Informasi tentang kegiatan dan profil Paguyuban atau Forum Para Dirigen dan Organis di Paroki BMV Katedral Bogor serta berbagai tulisan demi agung, khidmat, meriah dan indahnya perayaan-perayaan liturgi di Paroki BMV Katedral Bogor sesuai tata cara resmi yang berlaku dalam Gereja Katolik universal.
Minggu, 07 Februari 2010
PERSIAPAN PEMBUATAN BANK LAGU
PDOPBKB membentuk tim penyeleksi yang dipimpin oleh Bapak A. Bambang Koryanto. Tim ini akan bekerja untuk memilah-milah lagu berdasarkan bobot dan nilai liturgisnya, temanya, dan sebagainya. Tentu saja tim akan berada di bawah arahan Pastor Paroki sebagai gembala.
Kita sepakat bahwa kita akan menerima apa pun keputusan tim bersama Pastor Paroki. Artinya, kita tidak akan menggunakan lagi lagu-lagu yang dinyatakan tidak liturgis untuk perayaan-perayaan Ekaristi di seluruh wilayah Paroki Katedral Bogor. Kita hanya akan menggunakan lagu-lagu yang sesuai dengan kaidah-kaidah liturgi Gereja Universal. Ini memang mengandung konsekuensi bahwa kita berseberangan dengan keputusan beberapa keuskupan atau paroki lain yang masih memberi toleransi untuk penggunaan lagu-lagu yang tidak punya bobot liturgis.
Untuk persiapan pembuatan bank lagu, PDOPBKB mengumpulkan lagu-lagu dan menyerahkannya kepada tim lewat Sekretariat Paroki. Tahap pertama pengumpulan lagu-lagu akan ditutup tanggal 14 Februari 2010. Kegiatan pengumpulan lagu-lagu akan terus dilakukan sesudahnya.
Semoga dengan pembuatan bank lagu tersebut liturgi di Katedral Bogor akan menjadi lebih agung, meriah, khidmat, bermutu dan terpuji.
Selasa, 02 Februari 2010
PERTEMUAN PAGUYUBAN JANUARI 2010
PAROKI KATEDRAL BMV BOGOR
Minggu, 31 Januari 2010 Pk.11.00-13.05 di Ruang Seksi
Pastor Paroki: RD Ben Sudarto
Sekretaris Dewan Paroki: Bapak M. Agus Muhardi; Ibu M.T. Lenny
Ketua Seksi Liturgi
Pengurus Paguyuban:
Para dirigen, organis, ketua dan pengurus paduan-paduan suara di Paroki Katedral.
Acara :
Pembuka:
Kata Pengantar:
- Paroki Katedral adalah gerejanya uskup, gereja induk, yang harus menjadi contoh bagi paroki-paroki lainnya. Sebagai gereja induk, gerejanya uskup, perayaan-perayaan Ekaristi dan liturgi pada umumnya haruslah sesuai dengan pakem, ketentuan dan aturan bakunya. Jangan sampai liturgi di Katedral memperlihatkan hal-hal yang keluar dari jalur yang benar.
- Paguyuban dan pertemuan rutin ini adalah untuk menyamakan persepsi, membangun komunikasi dan meningkatkan mutu musik liturgi di Katedral.
- Tidak perlu ada rasa minder, saling curiga, saling menyalahkan di antara dirigen dan koor. Semua anggota paguyuban harus dapat membangun komunikasi dan kerja sama. Semua anggota memiliki posisi setara, tidak ada yang merasa lebih hebat daripada yang lain.
- Apa yang sudah berjalan baik harus dilanjutkan dan ditingkatkan.
- Pembuatan bank lagu adalah untuk membantu para dirigen, organis, umat dan petugas-petugas liturgi yang lain dalam menentukan lagu yang hendak digunakan di Katedral sesuai kaidah-kaidah liturgi.
Kata Pengantar dari Ketua Seksi Liturgi:
- Para dirigen dan organis dimohon untuk melakukan konfirmasi kehadiran sesuai pengumuman agar Sekretariat dapat menyiapkan konsumsi, fotokopi, dll. pada setiap pertemuan.
- Pertemuan paguyuban dirigen dan organis akan menjadi pertemuan dan kegiatan rutin; akan menjadi kegiatan pembinaan berkelanjutan
- Mari belajar bersama-sama.
Pembahasan Topik Khusus:
- Pembentukan forum atau paguyuban dirigen dan organis merupakan wujud kesadaran para dirigen dan organis di Paroki Katedral akan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama di antara para dirigen, organis, Seksi Liturgi dan para petugas liturgi lainnya. Paguyuban ini didirikan atas permintaan para dirigen dan organis yang berkumpul pada rekoleksi bulan Mei 2009. Paguyuban didirikan pada tgl 29 Juni 2009. Atas permintaan peserta, dimulailah kegiatan pertemuan paguyuban dirigen dan organis dengan acara Pelatihan dan Pembekalan bagi para Dirigen, Calon Dirigen dan Dirigen Pemula. Pelatihan ini diadakan pada setiap bulan keempat mulai Agustus hingga November 2009. Peserta pelatihan cukup banyak dan bervariasi. Pelatihan seperti ini akan terus diadakan pada bulan-bulan yang akan datang di tahun 2010 dengan beberapa materi baru yang diharapkan anggota. Misalnya pelatihan lagu-lagu Gregorian. Sementara itu, kerja sama antar dirigen, organis dan kelompok koor sangat disarankan, khususnya dalam mengantisipasi kelangkaan para petugas koor dalam masa-masa tertentu.
- Program berikutnya adalah Pembuatan Bank Lagu. Kegiatan ini juga merupakan permintaan para dirigen dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya. Bahkan dalam rapat-rapat liturgi, usulan ini sering muncul. Kegiatan pembuatan bank lagu ini dikoordinasikan oleh Bapak Antonius Bambang Koryanto beserta tim yang akan segera dibentuk dan atas arahan Pastor Paroki. Pengumpulan teks-teks lagu di luar Puji Syukur, Madah Bakti dan Jubilate untuk tahap pertama: paling lambat Minggu 14 Februari 2010.
Pengarahan dari Pastor Paroki
- Perayaan Ekaristi, sebagai sebuah kesatuan utuh, merupakan suatu peristiwa iman, saat Allah bertemu muka dengan kita melalui sabda-Nya dan bersatu secara nyata (manjing-Jawa) dengan dan dalam tubuh, jiwa dan raga kita lewat Sakramen Mahakudus. Di dalam Perayaan Ekaristi, Allah yang tidak kelihatan menampakkan Diri-Nya, menyapa dan bahkan “manjing” dalam jiwa raga kita. Tidak ada kata yang lebih tepat untuk kita ungkapkan di hadapan Sakramen Mahakudus kecuali “Ya Tuhanku dan Allahku.”
- Dalam rangka program rekatekisasi umat di tahun 2010, khususnya di bidang Sakramen, para dirigen dan organis serta koor harus terlibat, secara khusus dalam diri sendiri dan secara umum dalam lingkungan, wilayah dan kelompok kategorial masing-masing. Bersama umat yang lain kita akan memperdalam pemahaman kita dan meningkatkan penghayatan akan sakramen-sakramen dalam Gereja.
- Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh koor dan umat hendaknya adalah lagu-lagu yang mendukung dan membantu umat menghayati perjumpaan dengan Allah secara khidmat, khusuk dan penuh syukur. Haruslah dihindarkan kejadian-kejadian saat koor menyanyikan lagu-lagu yang mengganggu konsentrasi umat, menjadi batu sandungan umat dalam berdoa... Tugas koor bukanlah untuk show atau pamer. Tugas koor adalah membantu umat menciptakan suasana ibadat, sehingga doa menjadi lebih bermutu, liturgi menjadi lebih megah dan indah dan mengangkat umat ke persekutuan dengan Tuhan.
- Tentang bank lagu: Siapa saja berhak mengusulkan lagu-lagu yang ada di luar Puji Syukur, Madah Bakti, dan Jubilate. Semua teks akan dipelajari dan diseleksi oleh tim. Ketika lagu-lagu itu sudah dipilih, semua harus tunduk pada apa yang sudah ditetapkan, dan tidak perlu seseorang menjadi kecewa karena lagu-lagu yang diusulkannya tidak diterima. Lagu-lagu yang telah diseleksi dan dinyakatan sebagai lagu-lagu liturgi akan dibukukan sehingga seluruh umat Katedral dan semua kelompok koor dapat menggunakannya.
Tanya Jawab:
- Tentang Misa Dolo-dolo: Sejauh ini lagu ini masih ada di Puji Syukur dan Madah Bakti dan belum ada revisi. Memang sudah ada keberatan dari sejumlah pakar liturgi dan sejumlah imam akan lagu ini, mengingat teks atau syairnya tidak sesuai dengan teks dalam buku misa, namun sejauh ini tidak ada larangan dari Pastor Paroki Katedral untuk menggunakan lagu ini dalam perayaan-perayaan ekaristi. Selama ini sudah ditetapkan bahwa Paroki Katedral dan Keuskupan Bogor menggunakan Puji Syukur sebagai acuan utama. Selama belum ada revisi dari Komisi Liturgi KWI untuk lagu-lagu di Puji Syukur, kita masih tetap akan menggunakannya.
- Tentang misa senja: Nama misa senja hanyalah nama saja, jadi misa ini bisa dipakai untuk perayaan ekaristi pagi hari juga.
- Tentang lagu “Bapa Kami” versi Filipina. Lagu yang dipakai selama ini mengandung kata-kata yang tidak tepat secara dogmatis, yaitu “... di bumi dan di surga”. Maka lagu dengan versi seperti ini tidak boleh dinyanyikan. Meskipun demikian, Pusat Musik Liturgi Yogyakarta sudah melakukan revisi dan revisi itu sudah ditulis dalam buku Madah Bakti Umat yang baru. Frase itu sudah diganti dengan “... di bumi seperti di surga.” Untuk Katedral, karena kita mempertimbangkan kemampuan umat, penggunaan lagu Bapa Kami (versi baru) itu untuk sementara ditunda sampai selesainya penyusunan bank lagu. Kita dapat memasukkan lagu Bapa Kami (versi baru) itu dalam bank lagu kita.
- Tentang “pembatasan kreativitas” pada lagu-lagu dan kekhawatiran akan munculnya rasa bosan terhadap lagu-lagu Gereja yang tidak berubah: Selama penghayatan kita akan Perayaan Ekaristi belum sampai pada taraf yang benar, memang kebosanan itu dapat terjadi. Menjadi tugas kita bersama untuk bersama-sama dengan yang lain mendalami kembali keagungan, misteri dan makna Perayaan Ekaristi sehingga entah ada lagu entah tidak, Perayaan Ekaristi tetap menjadi puncak hidup kaum beriman.
Penutup:
Catatan:
Pertemuan rutin paguyuban dirigen dan organis akan diselenggarakan setiap minggu terakhir dalam bulan, kecuali ada kegiatan lain yang lebih diutamakan di Katedral. Tidak ada surat undangan khusus untuk pertemuan ini. Seminggu sebelumnya akan ada pengumuman dalam berita gereja. Bagi para dirigen dan organis yang tidak mendengar pengumumannya, silakan mengontak salah satu dari:
Pengurus Paguyuban Dirigen: Thomas (081380998494), T. Marhadi (0816700049), A. Bambang Koryanto (0811110765), Nurwiyono (08128094470)
Sekretariat Paroki : Ibu Lenny atau Bapak Hairul Ae (0251-8321188)
Kelompok-kelompok Paduan Suara harus menyerahkan data paduan suara ke Sekretariat Paroki atau Pengurus Paguyuban Dirigen dan Organis sebelum pertemuan pada minggu keempat Februari 2010. Data tersebut akan digunakan untuk kemudahan komunikasi antara Seksi Liturgi dan Semua Koor di seluruh wilayah Paroki BMV Katedral Bogor.
Selama Januari sampai dengan April 2010, kita menggunakan Aklamasi cara III dalam buku biru. Setiap petugas koor atau dirigen diminta untuk melatih umat sekitar 15 menit sebelum misa dimulai.
Apabila ada dirigen atau petugas yang memerlukan bantuan pengurus paguyuban atau Seksi Liturgi dalam memilih lagu-lagu untuk tugas misa di gereja atau lingkungan/wilayah dan kelompok kategorial, silakan kontak Bapak Thomas, Bapak Bambang, Bapak Marhadi, Bapak Nurwiyono lewat SMS dengan mencantumkan nama yang jelas.
PELATIHAN BAGI PARA DIRIGEN, CALON DIRIGEN, DIRIGEN PEMULA
Agustus
September
Oktober
November
Materi pelatihan meliputi:
PEMBENTUKAN PAGUYUBAN DIRIGEN PAROKI BMV KATEDRAL BOGOR
PAGUYUBAN DIRIGEN DAN ORGANIS
Menindaklanjuti acara rekoleksi tanggal 21 Mei 2009, pada Minggu 28 Juni 2009 diadakan pertemuan para dirigen dan organis. Pertemuan dihadiri oleh sekitar 15 orang dirigen dan organis, dipimpin oleh Bapak T. Marhadi dan didampingi oleh RD.D.S. Tukiyo. Dalam pertemuan tersebut Bapak T. Marhadi menjelaskan format kumpulan dirigen (yang diusulkan untuk disebut sebagai “Paguyupan Dirigen Paroki Katedral Bogor”) dengan dibentuk kepengurusan sebagai berikut:
Pelindung : RD Benyamin Sudarto (Pastor Paroki)
Penasihat : RD. D.S. Tukiyo, RD. Alfons Sebatu, RD Y. Monang Damanik
Pendamping : Bp M. Agus Muhardi (Ketua Seksi Liturgi)
Bp. Adrianus J. Wijaya (Sub Seksi Pembinaan)
Koordinator Umum : Thomas A. Sutadi
Koordinator Bidang Materi/Lagu : Antonius Bambang Koryanto
Koordinator Pembinaan/Pelatihan : Tarcisius Marhadi
Maksud dan Tujuan:
Paguyuban dimaksudkan sebagai wadah seluruh dirigen dan organis di Paroki Katedral Bogor, sebagai sarana agar mereka dapat berkomunikasi, menggalang kerja sama, saling membantu dan bertukar pengalaman antar kelompok koor.
Secara rinci, maksud dan tujuan dapat dijabarkan sebagai berikut:
- Menjadi wadah bertemunya para dirigen di Paroki Katedral secara resmi.
- Forum berbagi pengalaman (sharing) dan informasi tentang musik liturgi Gereja.
- Sumber bantuan bagi para dirigen dan seksi liturgi (lingkungan, wilayah, paroki, kategorial) yang memerlukan bantuan di bidang teknis musik, musik liturgi, dll.
- Wadah untuk berbagi kemampuan yang dapat disumbangkan bagi perkembangan musik liturgi di Paroki Katedral Bogor.
Tugas Pokok Pengurus Paguyuban antara lain:
- Pembinaan teknis bagi dirigen, calon dirigen, dan organis.
- Pembekalan liturgis bagi dirigen, calon dirigen, organis dan calon organis.
- Pembinaan Pemazmur
- Bimbingan/pelatihan kepada kelompok koor yang membutuhkan
- Membuat bank lagu liturgi
- Melaksanakan pertemuan rutin untuk dirigen dan organis
(1 Juli 2009 – Disarikan dari notulen yang disusun oleh Bapak T. Marhadi)
Prinsip dalam Forum Dirigen:
- Posisi semua dirigen dalam paguyuban ini adalah setara. Semua memiliki hak dan kewajiban yang sama.
- Semua dirigen memiliki komitmen untuk melestarikan musik liturgi Gereja dan mengembangkannya sedemikian rupa selaras dengan kaidah-kaidah liturgi Gereja Katolik.
- Paguyuban Dirigen memanfaatkan semua potensi yang ada di kalangan para dirigen. Misalnya, dirigen yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan khusus soal olah vokal dapat membagikan pengetahuan dan pengalamannya kepada dirigen yang lain dalam berlatih olah vokal atau melatih koor berolah vokal; dirigen yang pernah belajar di PML dapat membagikan pengalaman dan pengetahuannya selama menjani pelatihan di PML.
- Paguyuban Dirigen dapat mencari sumber belajar di luar Forum Dirigen, misalnya dari Pusat Musik Liturgi (PML) Yogyakarta, Komisi Liturgi KWI, Institut Liturgi Sang Kristus (ILSK) Bandung, para ahli liturgi/musik liturgi dari keuskupan lain, praktisi musik umum, dll.
- In pluribus unitas, in omnibus caritas.
(Thomas A. Sutadi)
CIKAL BAKAL TERBENTUKNYA PAGUYUBAN DIRIGEN DAN ORGANIS KATEDRAL BOGOR
Rekoleksi Para Dirigen dan Organis Katedral
- Kekurangharmonisan hubungan antara para dirigen dengan seksi liturgi, kekurangharmonisan hubungan di antara para dirigen, belum samanya persepsi di antara para dirigen tentang kedudukan dan peranan musik litugi dalam Gereja, belum samanya persepsi di antara para dirigen tentang tugas dan fungsi dirigen dalam liturgi Gereja serta kerinduan untuk belajar bersama dan berbagi pengalaman telah melahirkan gagasan untuk mengadakan rekoleksi khusus bagai para dirigen, organis dan koordinator koor di paroki Katedral.
- Gagasan ini juga didorong oleh keinginan dan gagasan Pastor Paroki (RD Benyamin Sudarto) untuk:
- Meningkatkan komunikasi antara seksi liturgi dan seluruh kelompok koor di Paroki Katedral BMV
- Menggalang hubungan yang lebih erat antar kelompok di Paroki BMV Katedral Bogor
- Penyeragaman persepsi/pemahaman para dirigen tentang peran dan kinerjanya dalam melaksanakan tugas pada perayaan ibadat/liturgi di Paroki BMV Katedral.
- Meningkatkan pengetahuan para pelayan musik tentang peran dan kedudukan nyanyian dalam perayaan ibadat, agar para dirigen lebih menghayati perannya saat bertugas sebagai dirigen koor gereja secara benar.
- Rekoleksi khusus ini secara umum diadakan agar Tata Perayaan Ekaristi/Ibadat di Paroki BMV Katedral Bogor semakin indah, agung, dan selalu dilaksanakan dengan baik dan benar seturut norma-norma yang baku sesuai petunjuk Bapak Uskup, c.q. Komisi Liturgi Keuskupan Bogor.
- Rekoleksi dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Mei 2009 pk 9.30-16.00 di Aula Sekolah Marsudirini Telaga Kahuripan Parung. Ada sekitar 60 peserta. Rekoleksi didukung penuh oleh RD Benyamin Sudarto (pastor paroki), RD D.S. Tukiyo dan RD. Y. Monang Damanik dan dibimbing oleh RD Alfons Sebatu.
- Dalam rekoleksi tersebut peserta dibagi dalam 6 kelompok dan setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan 3 pertanyaan besar:
- Apakah perlu ada kumpulan dirigen; apakah Anda mau ikut serta?
- Apa kesulitan Anda dalam memimpin kelompok koor? Bantuan apakah yang Anda butuhkan dari rekan lain?
- Apa usul-usul nyata untuk peningkatan dan perubahan dalam pelayanan musik liturgi di Paroki Katedral?
Rangkuman jawaban adalah sebagai berikut:
Jawaban atas pertanyaan a:
Sepakat; perlu dibentuk “kumpulan dirigen” sebagai sarana komunikasi, menghilangkan pandangan yang keliru antar dirigen/koor.
Mau bergabung dalam kumpulan dirigen itu.
Jawaban atas pertanyaan b:
Dirigen kurang menguasai not angka
Dirigen tidak punya bekal musik dan kepemimpinan
Tidak ada latihan vokal.
Pengetahuan tentang musik liturgi sangat kurang
Sulit memilih lagu liturgi yang sesuai temanya
Kemampuan anggota koor kurang
Regenerasi anggota koor sulit
Anggota koor kurang rasa tanggung jawab terhadap kelompok kor
Tempat dan suasana latihan tidak memadai
Bantuan yang dibutuhkan:
Perlu ada bank lagi
Perlu adanya perangkat untuk meningkatkan rasa tanggung jawab anggota terhadap koor
Perlu adanya kerja sama, saling membantu dan tukar pengalaman antar kelompok koor
Perlu pelatih vokal untuk koor
Jawaban terhadap pertanyaan c:
Adakan kegiatan untuk meningkatkan motivasi; misalnya festival, rekoleksi, dll.
Adakan pembinaan/pembekalan untuk dirigen/organis secara berkala seperti: masalah teknis musik/koor dan masalah liturgi
Adakan kesediaan bank lagu liturgi
Adakan tim evaluasi untuk memberikan masukan kepada kelompok koor.
- Salah satu keputusan yang lahir dari rekoleksi ini adalah keinginan untuk membentuk sebuah forum dirigen sebagai wadah bagi para dirigen untuk berkumpul, bertemu, berbagi pengalaman, berbagi informasi, saling meneguhkan, berbagi kemampuan untuk dapat disumbangkan kepada Gereja di Paroki Katedral Bogor.
Daftar Kebutuhan:
- bimbingan/pembinaan/pelatihan teknis bagi dirigen-dirigen pemula dan calon dirigen
- bimbingan/pembinaan/pelatihan teknis tingkat lanjut bagi semua dirigen
- pelatihan khusus dirigen tentang lagu-lagu gregorian
- panduan pemilihan lagu untuk misa umat dan misa khusus/tematis
- pembuatan buku khusus berisi lagu-lagu di luar buku resmi Puji Syukur dan Madah Bakti
- rekoleksi tahunan
- pertemuan dan pembinaan rutin