Tampilkan postingan dengan label KEGIATAN RUTIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEGIATAN RUTIN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Agustus 2010

RENCANA REKOLEKSI BAGI PARA PETUGAS LITURGI

Menurut rencana, akan diadakan Rekoleksi Satu Hari bagi para petugas dan pengurus liturgi (seksi liturgi lingkungan dan wilayah) serta para prodiakon pada Minggu 29 Agustus 2010 di Kompleks Sekolah Marsudirini Telaga Kahuripan. Rencana ini sudah diumumkan mulai Sabtu 7 Agustus dan Minggu 8 Agustus ini. Dengan adanya kegiatan tersebut, pertemuan rutin Paguyuban Dirigen dan Organis pada bulan ini diintegrasikan dengan kegiatan rekoleksi ini.

Minggu, 25 Juli 2010

PERTEMUAN PDO-BMV 25 JULI 2010

Pertemuan Paguyuban Dirigen & Organis Paroki BMV Katedral Bogor (PDO-BMV) pada hari Minggu 25 Juli 2010 diisi dengan pembekalan tentang bagaimana menyelenggarakan latihan koor secara efektif. Pertemuan ini dihadiri oleh sekitar 25 orang yang mewakili beberapa kelompok koor: Korma IPB (5 orang), Santher (1), St Agnes Bojong Gede (1), Lay Force (1), Lingkungan BSI (1), Lingkungan Sindangbarang (3), Aeternum (1), AMDG Taman Cimanggu (1), St Matius Bogor Baru (1), WKRI&GP (3), SD Budi Mulia (1), Lingkungan Indraprasta Junior (1), Lingkungan Ciomas Permai (1), St Lucia (2) dan Wilayah St Andreas (1). Selain itu juga ada beberapa tokoh paduan suara yang lain. Dari para pembina dan pendamping hadir Bapak M. Agus Muhardi. Penyegaran, pembekalan dan pelatihan dipandu oleh Bapak Tarcisius Marhadi.

Pertama, Bapak Marhadi membahas Modal Seorang Dirigen yang meliputi Bakat (pendengaran, kepemimpinan dan kepekaan) dan Keahlian (teknik aba-aba, teknik vokal dan teori musi). Bakat sudah tertanam dalam diri dirigen, namun harus tetap diasah agar dapat berkembang dan berfungsi baik. Sedangkan keahlian dapat dipelajari di mana saja dan kapan saja. Seorang dirigen yang baik biasanya pernah mengikuti atau menjadi anggota aktif sebuah paduan suara yang baik.

Kedua, Seorang dirigen harus menguasai dirinya sendiri dan menyadari batas kemampuannya. Ia harus menguasai nyanyian secara detail, menguasai kelemahan dan kekuatan paduan suaranya serta mampu bekerja sama dengan pengiring untuk mencapai harmonisasi suara. Intinya, seorang dirigen harus selalu menyiapkan dirinya dengan baik.

Ketiga, Dirigen harus menguasai jenis aba-aba seperti aba-aba pendahuluan, saat memulai nyanyian, selama membawakan nyanyian dan saat mengakhiri nyanyian. Aba-aba mengabdi kepada jiwa dari nyanyian. Ia harus juga menguasai birama dan tekanan ketukan agar dapat membawakan nyanyian dengan penuh penjiwaan.

Pertemuan ini dilanjutkan dengan belajar melatih lagu. Ada latihan ketepatan nada, latihan lagu AMBILLAH, TUHAN (PS. 382), TUHAN, TAK LAYAK AKU (PS. 418) dan KU PERCAYA ALLAH BAPA (PS. 583). Beberapa dirigen atau peserta, yaitu Ibu Caecilia dari Ciomas Permai, Bapak Winoto dari St Matius Bogor Baru dan Sdr Thomas Hargono dari Wilayah St Andreas, terlibat berlatih di depan peserta yang lain.

Tim Musik Liturgi juga mengapresiasi secara khusus kehadiran Ibu Hutabarat yang sudah sangat senior namun tetap mau belajar terus... Ini sungguh memberikan dorongan dan semangat kepada orang-orang mudah serta pengurus musik liturgi paroki. Semoga Ibu Hutabarat senantiasa dianugerahi rahmat kesehatan, kekuatan dan kebahagiaan dalam hidup dan pelayanannya.

Senin, 26 April 2010

PERTEMUAN PAGUYUBAN DIRIGEN & ORGANIS 25 APRIL 2010

Pertemuan Paguyuban Dirigen & Organis Paroki BMV Katedral (PDO-BMV) untuk bulan April diselenggarakan kemarin, Minggu 25 April 2010 pukul 11.00-13.00 di Ruang Seksi Gedung Paroki. Pertemuan dihadiri 20 orang yang merupakan wakil-wakil dari beberapa kelompok koor serta pendamping dari Dewan Pastoral Paroki. Para dirigen/organis dan wakil kelompok tersebut adalah: Koor Aeternum (1), Koor Lingkungan Sindangbarang (2), Koor Dei Gloria & Koor Deo Gratias (1), Koor Mahasiswa (1), Koor Indraprasta Junior (4), Koor St Lucia (2), Koor Lingkungan Cilebut-Bojonggede (1), Koor Exultate (1), Koor St Andreas (1), Koor BSI (2), Koor BMV (2), Ibu JFS Hutabarat.

Pertemuan bulan April ini membahas tiga hal pokok:
  • Evaluasi Umum tugas-tugas koor Pekan Suci 2010
  • Persiapan pembuatan buku bank lagu
  • Tips teknis pemilihan lagu untuk Perayaan Ekaristi.

Evaluasi Umum tugas-tugas Koor Pekan Suci 2010:
  • Komunikasi antara sebagian petugas koor dan seksi liturgi maupun pastor paroki kurang baik. Ini berakibat kurang lancarnya beberapa tugas baik Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Malam Paskah dan Minggu Paskah.
  • Ada banyak keluhan yang disampaikan umat kepada Seksi Liturgi bahwa beberapa kelompok koor tidak mempersiapkan lagu-lagu dan petugas pemazmur dengan baik. Ada juga kritik dari umat bahwa beberapa petugas koor terlalu fokus pada lagu komuni saja dan kurang memperhatikan bagian-bagian yang lain.
  • Kekurangan juga tampak pada masalah teknis yang sering terulang, yaitu kurang berfungsinya sound system secara optimal. Speaker tidak berfungsi dengan baik dalam beberapa kesempatan.

Persiapan Penyusunan Bank Lagu (oleh Bapak A. Bambang Koryanto:

Sampai sekarang baru ada sekitar 5 kelompok koor yang berpartisipasi mengirimkan teks-teks lagu untuk diseleksi. Koor-koor lain masih diundang untuk mengirimkan lagu-lagu. Lagu-lagu yang sudah ada di Puji Syukur dan Madah Bakti tidak perlu diusulkan lagi, kecuali jika ada aransemen baru yang tidak ada di dua buku resmi tersebut. Teks-teks yang diusulkan hendaknya teks-teks lagu yang selama ini telah menjadi kekayaan setiap kelompok koor dan dapat dibagikan untuk semua koor di Paroki Katedral. Pembuatan bank lagu ini dijadwalkan selesai untuk tahap pertama pada tahun ini. Pada minggu pertama bulan Mei nanti tim musik liturgi akan bertemu untuk membahas persiapan bank lagu ini secara lebih intensif.

Teknis Pemilihan Lagu untuk Tugas Koor
Peserta pertemuan membahas sebuah ilustrasi kasus & masalah berikut ini:

KASUS & MASALAH:

Menurut jadwal, kelompok Koor Lingkungan A akan bertugas pada hari Minggu Pentakosta 23 Mei 2010 pukul 9.00. Dirigen sudah mendapat SMS dari Seksi Liturgi tentang usulan lagu untuk hari itu. Dengan berbagai pertimbangan bahwa hari itu adalah hari raya, ia ingin membuat tugas koor lingkungannya sukses. Ia pun mengajak kelompok koor kategorial B untuk berkolaborasi membentuk Koor Gabungan... Berdasarkan kesepakatan dengan dirigen Koor B, ia pun menyipkan daftar lagu sebagai berikut:

  1. Lagu persiapan: “S’mua baik”
  2. Lagu Pembuka : PS. 565 Datanglah, ya Roh Pencipta
  3. Tuhan Kasihanilah Kami: PS. 351/Misa Kita II
  4. Kemuliaan : PS. 352/Misa Kita II
  5. Mazmur Tanggapan : MTA hal. 87-88/PS. 828 “Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan”
  6. Bait Pengantar Injil : MTA hal. 87-88 / PS. 964 “Alleluya”
  7. Persiapan Persembahan : PS. 379 “Bapa di Surga, T’rimalah”
  8. Kudus : PS. 390/Misa Lauda Sion
  9. Bapa Kami : Bapa Kami (dari Kidung Syukur – KAJ)
  10. Anakdomba Allah: PS. 414/Misa Kita IV
  11. Komuni 1: PS. 571 “Ya Roh Kudus, Kunjungi Umat-Mu”
  12. Komuni 2: “Halleluia” (G.F. Handel)
  13. Komuni 3: PS. 566 “Veni Creator Spiritus”
  14. Penutup: MB. 455 “Jadilah Saksi Kristus”

Diskusikan dalam kelompok:

  1. Bagaimana pendapat Anda tentang usaha kolaborasi Koor A dan Koor B di atas?
  2. Apa komentar spontan Anda terhadap pilihan lagu-lagu Koor Lingkungan A di atas. Apakah ada yang membuat Anda bingung, bertanya-tanya, tidak setuju, memuji, terpesona, dll.?
  3. Menurut Anda, apa yang baik dan benar dari susunan lagu di atas?
  4. Hal-hal apa saja yang masih kurang benar atau masih perlu diperbaiki?
  5. Apa saja kesulitan Anda sebagai dirigen/organis dalam mempersiapkan lagu-lagu untuk sebuah tugas dalam Perayaan Ekaristi?
  6. Apa yang sebaiknya Seksi Liturgi dan Paguyuban Dirigen & Organis lakukan untuk dapat menolong sebagian dari anggota Paguyuban yang masih merasakan kesulitan dalam memilih lagu-lagu untuk sebuah tugas?

Hasil Diskusi:
  1. Kolaborasi atau kerja sama antara kelompok koor A dan B di atas sangat bagus. Koor-koor yang ingin bergabung dalam satu tugas perlu berlatih bersama.
  2. Pilihan lagu-lagu di atas memunculkan pertanyaan seperti: apakah boleh menyanyikan lagu-lagu sebelum perayaan ekaristi dimulai, apakah boleh memakai ordinarium yang berbeda-beda, apakah boleh menggunakan lagu Bapak Kami di luar Puji Syukur dan Madah Bakti, apakah pilihan lagu-lagu itu sudah tepat, dsb.
  3. Yang baik dan benar: sebagian lagu diambil dari Puji Syukur dan Madah Bakti.
  4. Yang kurang dan perlu diperbaiki: Harus ada lagu Madah Pentakosta sebelum Bait Pengantar Injil, Lagu Bapa Kami seharusnya menggunakan versi resmi Puji Syukur saja, Ordinarium sebaiknya sejenis agar tidak membingungkan umat, lagu Halleluia tidak tepat digunakan, lagu persiapan persembahan no. 379 terlalu pendek untuk misa besar seperti Pentakosta.
  5. Kesulitan para dirigen pada umumnya adalah mencari benang merah antara bacaan pertama, kedua dan injil.

Beberapa Penegasan (oleh Bapak T. Marhadi):
  • Dalam struktur misa, tidak ada yang disebut lagu persiapan. Sebelum misa dimulai, sebaiknya dimainkan iringan organ yang lembut yang dapat menciptakan suasana persiapan misa. Lagu yang dinyanyikan koor mengesankan adanya "show" atau pertunjukan.
  • Lagu ordinarium sebaiknya diambil dari satu tema yang sama (misalnya kalau Kyrie dari Misa Kita II, lagu yang lain seperti Gloria, Sanctus dan Agnus Dei juga dari Misa Kita II).
  • Lagu Mazmur Tanggapan PS. 828 dapat dinyanyikan oleh Koor saja dari mimbar koor (solis tidak perlu ke mimbar sabda). Lagu lain yang juga dapat dinyanyikan dari bangku koor misalnya "Berbahagialah".
  • Madah Pantekosta seharusnya dinyanyikan. Tempatnya ada sesudah bacaan kedua. Imam seyogyanya mendorong penggunaan nyanyian ini karena memang merupakan bagian dari liturgi resmi.
  • Lagu persiapan persembahan boleh dinyanyikan koor saja; lagu dapat disesuaikan dengan tema/bacaan kitab suci.
  • Benang merah antar bacaan dapat dilihat dengan menggunakan kalender liturgi resmi. Dari kalender itu kita bisa tahu apakah hari itu merupakan hari raya, apa warna liturginya, apa bacaannya, dan sebagainya. Kita juga bisa menggunakan buku Misa untuk mengetahui antifon-antifon yang ditulis di sana. Dari situ kita bisa mendapatkan petunjuk untuk mencari lagunya di Puji Syukur atau Madah Bakti.
  • Prefasi ditutup dengan lagu Kudus... Ketika imam menyanyi prefasi, organ tidak dibunyikan. Kudus seharusnya dinyanyikan dan tidak diselingi apa pun di antara ajakan imam dan lagu Kudus.
  • Lagu komuni bukan untuk show. Saat komuni adalah saat umat berjumpa dengan Tuhan dalam Sakramen Mahakudus.
  • Madah Syukur dinyanyikan sebagai bentuk syukur atas perayaan ekaristi... Lagunya dapat disesuaikan dengan tema. Dapat juga diganti dengan saat hening.

Pertemuan berikutnya akan diselenggarakan akhir Mei 2010.

Kamis, 01 April 2010

PEKAN SUCI DI KATEDRAL BOGOR

Pekan Suci di Paroki BMV Katedral Bogor dipersiapkan dan dirayakan dengan sangat baik. Panitia Paskah dan Pekan Suci tahun ini adalah Kaum Muda Paroki BMV Katedral. Mereka menunjukkan komitmen dan kerja sama yang sangat bagus. Mereka mengadakan rapat-rapat, mempersiapkan keperluan-keperluan, menghubungi orang-orang dan pekerjaan-pekerjaan lain dengan pengorbanan luar biasa... Untuk ini kita para dirigen dan organis di Paroki BMV Katedral Bogor perlu mendukung mereka... Kita salut pada kegigihan mereka...

Untuk Pekan Suci tahun ini, para petugas koor di Katedral antara lain:
  • Minggu Palma : Pk. 9.00 St Caecilia
  • Kamis Putih: Pk. 17.00 Indraprasta; Pk. 20.00 Dei Gloria
  • Jumat Agung: Jalan Salib Pk 10.00 Exultate; Ibadat Pk 15.00 Aeternum; Pk.18.30 Koor BMV paroki
  • Sabtu Paskah: Pk. 17.00 St Lucia; Pk. 20.30 Cantate Domino
Di tengah-tengah persiapan dan pelaksanaan Pekan Suci ini ada berita duka:
Telah dipanggil ke pangkuan Bapa di Surga ibu dari Bapak Mikael Agus Muhardi pada hari Kamis 1 April pukul 00.30. Kita ikut berduka cita... semoga Bapak Agus dan keluarganya diberi ketabahan dan kekuatan oleh Tuhan, dan semoga jiwa yang dipanggil beristirahat dalam ketentraman abadi.

Selamat menyongsong Paskah. Tuhan memberkati.

Senin, 22 Maret 2010

PERSIAPAN PERAYAAN PEKAN SUCI

Sehubungan dengan kegiatan "Persiapan Perayaan Pekan Suci", yaitu Minggu 21 Maret, dan dimulainya Pekan Suci, yaitu pada Minggu Palma 28 Maret 2010, pertemuan rutin paguyuban dirigen dan organis di Paroki BMV Katedral untuk bulan Maret ini ditiadakan. Kegiatan anggota paguyuban diintegrasikan dengan kegiatan-kegiatan persiapan dan pelaksanaan perayaan pekan suci di kelompok paduan suara masing-masing. Pertemuan paguyuban berikutnya akan diadakan pada bulan April 2010.

Masih tentang kegiatan paguyuban, semua anggota paguyuban dimohon tetap aktif mengirimkan lagu-lagu lepas (di luar Puji Syukur dan Madah Bakti) yang akan dibukukan. Saat ini Pak Bambang Koryanto dan tim masih sedang bekerja untuk mengumpulkan teks-teks tersebut. Para anggota paguyuban juga diundang untuk terlibat, antara lain dengan membantu mengetik teks-teks yang selama ini kurang atau tidak jelas penulisannya. Mereka yang ingin berpartisipasi dapat berhubungan langsung dengan Bapak Bambang atau salah satu pengurus paguyuban.

Selamat mempersiapkan Perayaan-perayaan selama Pekan Suci. Tuhan memberkati.

Senin, 01 Maret 2010

PERTEMUAN FEBRUARI 2010

Pada Minggu, 28 Februari 2010 pk 11.00-13.00 diadakan pertemuan PDO-BMV. Tema yang diangkat oleh Bapak T. Marhadi sebagai koordinator bidang pelatihan PDO-BMV adalah Persiapan Pekan Suci.

Secara umum dikatakan bahwa karena perayaan-perayaan liturgi selama pekan suci sudah menjadi rutin, ada kecenderungan untuk tidak terlalu serius mempersiapkannya. Padahal, perayaan pekan suci, yang berpuncak pada perayaan Paskah, merupakan inti dari iman Kristen. Dari peristiwa kebangkitan itulah iman Kristen berasal. Karena itu, musik liturgi pekan suci harus dipersiapkan dengan sangat serius. Dirigen, organis, pemazmur, semua anggota koor dan siapa pun yang terlibat dalam liturgi itu harus mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelumnya.

Di seluruh wilayah dan lingkungan Paroki Katedral sudah ada patokan-patokan yang wajib diikuti. Misalnya saja tentang nyanyian-nyanyian tanpa iringan alat musik (a capella), yaitu sesudah lagu Kemuliaan pada Kamis Putih sampai dengan sebelum Kemuliaan pada Malam Paskah. Ditiadakannya iringan alat musik ini memang merupakan tradisi Gereja... Gereja ingin menyatukan diri dengan sengsara Kristus.

Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 25 peserta. Yang menggembirakan adalah hadirnya lebih banyak anak muda dalam pertemuan ini. Kita tidak tahu apakah para dirigen yang lain dapat bergabung dalam pertemuan-pertemuan berikutnya. Kiranya baik kalau para dirigen yang sudah "senior" atau memandang dirinya "lebih" dapat membagikan ilmunya kepada yang muda-muda. Tentu sangat disayangkan bahwa banyak dirigen di Paroki Katedral yang tidak mau terlibat dalam paguyuban ini. Semoga di lain kesempatan mereka dapat bergabung dan memberikan apa yang terbaik untuk dapat mendukung kemajuan musik liturgi di Katedral BMV Bogor.

Selasa, 02 Februari 2010

PERTEMUAN PAGUYUBAN JANUARI 2010

PERTEMUAN PAGUYUBAN DIRIGEN DAN ORGANIS
PAROKI KATEDRAL BMV BOGOR
Minggu, 31 Januari 2010 Pk.11.00-13.05 di Ruang Seksi

Dihadiri oleh:
Pastor Paroki: RD Ben Sudarto
Sekretaris Dewan Paroki: Bapak M. Agus Muhardi; Ibu M.T. Lenny
Ketua Seksi Liturgi
Pengurus Paguyuban:
Bapak Thomas A. Sutadi, Bapak A. Bambang Koryanto, Bapak Nurwiyono,
Sdr. Myrna Mihardja (organis)
Para dirigen, organis, ketua dan pengurus paduan-paduan suara di Paroki Katedral.

Acara :
Pembuka:
oleh Ibu Lenny, dilanjutkan dengan Doa Pembuka oleh Bapak Thomas A.S.

Kata Pengantar:
Sekretaris Dewan Paroki (Bpk M. Agus Muhardi) mewakili Bapak Adrianus J. Wijaya:

- Paroki Katedral adalah gerejanya uskup, gereja induk, yang harus menjadi contoh bagi paroki-paroki lainnya. Sebagai gereja induk, gerejanya uskup, perayaan-perayaan Ekaristi dan liturgi pada umumnya haruslah sesuai dengan pakem, ketentuan dan aturan bakunya. Jangan sampai liturgi di Katedral memperlihatkan hal-hal yang keluar dari jalur yang benar.

- Paguyuban dan pertemuan rutin ini adalah untuk menyamakan persepsi, membangun komunikasi dan meningkatkan mutu musik liturgi di Katedral.

- Tidak perlu ada rasa minder, saling curiga, saling menyalahkan di antara dirigen dan koor. Semua anggota paguyuban harus dapat membangun komunikasi dan kerja sama. Semua anggota memiliki posisi setara, tidak ada yang merasa lebih hebat daripada yang lain.

- Apa yang sudah berjalan baik harus dilanjutkan dan ditingkatkan.

- Pembuatan bank lagu adalah untuk membantu para dirigen, organis, umat dan petugas-petugas liturgi yang lain dalam menentukan lagu yang hendak digunakan di Katedral sesuai kaidah-kaidah liturgi.

Kata Pengantar dari Ketua Seksi Liturgi:

- Para dirigen dan organis dimohon untuk melakukan konfirmasi kehadiran sesuai pengumuman agar Sekretariat dapat menyiapkan konsumsi, fotokopi, dll. pada setiap pertemuan.

- Pertemuan paguyuban dirigen dan organis akan menjadi pertemuan dan kegiatan rutin; akan menjadi kegiatan pembinaan berkelanjutan
- Mari belajar bersama-sama.

Pembahasan Topik Khusus:
- Pembentukan forum atau paguyuban dirigen dan organis merupakan wujud kesadaran para dirigen dan organis di Paroki Katedral akan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama di antara para dirigen, organis, Seksi Liturgi dan para petugas liturgi lainnya. Paguyuban ini didirikan atas permintaan para dirigen dan organis yang berkumpul pada rekoleksi bulan Mei 2009. Paguyuban didirikan pada tgl 29 Juni 2009. Atas permintaan peserta, dimulailah kegiatan pertemuan paguyuban dirigen dan organis dengan acara Pelatihan dan Pembekalan bagi para Dirigen, Calon Dirigen dan Dirigen Pemula. Pelatihan ini diadakan pada setiap bulan keempat mulai Agustus hingga November 2009. Peserta pelatihan cukup banyak dan bervariasi. Pelatihan seperti ini akan terus diadakan pada bulan-bulan yang akan datang di tahun 2010 dengan beberapa materi baru yang diharapkan anggota. Misalnya pelatihan lagu-lagu Gregorian. Sementara itu, kerja sama antar dirigen, organis dan kelompok koor sangat disarankan, khususnya dalam mengantisipasi kelangkaan para petugas koor dalam masa-masa tertentu.

- Program berikutnya adalah Pembuatan Bank Lagu. Kegiatan ini juga merupakan permintaan para dirigen dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya. Bahkan dalam rapat-rapat liturgi, usulan ini sering muncul. Kegiatan pembuatan bank lagu ini dikoordinasikan oleh Bapak Antonius Bambang Koryanto beserta tim yang akan segera dibentuk dan atas arahan Pastor Paroki. Pengumpulan teks-teks lagu di luar Puji Syukur, Madah Bakti dan Jubilate untuk tahap pertama: paling lambat Minggu 14 Februari 2010.

Pengarahan dari Pastor Paroki

- Perayaan Ekaristi, sebagai sebuah kesatuan utuh, merupakan suatu peristiwa iman, saat Allah bertemu muka dengan kita melalui sabda-Nya dan bersatu secara nyata (manjing-Jawa) dengan dan dalam tubuh, jiwa dan raga kita lewat Sakramen Mahakudus. Di dalam Perayaan Ekaristi, Allah yang tidak kelihatan menampakkan Diri-Nya, menyapa dan bahkan “manjing” dalam jiwa raga kita. Tidak ada kata yang lebih tepat untuk kita ungkapkan di hadapan Sakramen Mahakudus kecuali “Ya Tuhanku dan Allahku.”

- Dalam rangka program rekatekisasi umat di tahun 2010, khususnya di bidang Sakramen, para dirigen dan organis serta koor harus terlibat, secara khusus dalam diri sendiri dan secara umum dalam lingkungan, wilayah dan kelompok kategorial masing-masing. Bersama umat yang lain kita akan memperdalam pemahaman kita dan meningkatkan penghayatan akan sakramen-sakramen dalam Gereja.

- Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh koor dan umat hendaknya adalah lagu-lagu yang mendukung dan membantu umat menghayati perjumpaan dengan Allah secara khidmat, khusuk dan penuh syukur. Haruslah dihindarkan kejadian-kejadian saat koor menyanyikan lagu-lagu yang mengganggu konsentrasi umat, menjadi batu sandungan umat dalam berdoa... Tugas koor bukanlah untuk show atau pamer. Tugas koor adalah membantu umat menciptakan suasana ibadat, sehingga doa menjadi lebih bermutu, liturgi menjadi lebih megah dan indah dan mengangkat umat ke persekutuan dengan Tuhan.


- Tentang bank lagu: Siapa saja berhak mengusulkan lagu-lagu yang ada di luar Puji Syukur, Madah Bakti, dan Jubilate. Semua teks akan dipelajari dan diseleksi oleh tim. Ketika lagu-lagu itu sudah dipilih, semua harus tunduk pada apa yang sudah ditetapkan, dan tidak perlu seseorang menjadi kecewa karena lagu-lagu yang diusulkannya tidak diterima. Lagu-lagu yang telah diseleksi dan dinyakatan sebagai lagu-lagu liturgi akan dibukukan sehingga seluruh umat Katedral dan semua kelompok koor dapat menggunakannya.

Tanya Jawab:

- Tentang Misa Dolo-dolo: Sejauh ini lagu ini masih ada di Puji Syukur dan Madah Bakti dan belum ada revisi. Memang sudah ada keberatan dari sejumlah pakar liturgi dan sejumlah imam akan lagu ini, mengingat teks atau syairnya tidak sesuai dengan teks dalam buku misa, namun sejauh ini tidak ada larangan dari Pastor Paroki Katedral untuk menggunakan lagu ini dalam perayaan-perayaan ekaristi. Selama ini sudah ditetapkan bahwa Paroki Katedral dan Keuskupan Bogor menggunakan Puji Syukur sebagai acuan utama. Selama belum ada revisi dari Komisi Liturgi KWI untuk lagu-lagu di Puji Syukur, kita masih tetap akan menggunakannya.

- Tentang misa senja: Nama misa senja hanyalah nama saja, jadi misa ini bisa dipakai untuk perayaan ekaristi pagi hari juga.

- Tentang lagu “Bapa Kami” versi Filipina. Lagu yang dipakai selama ini mengandung kata-kata yang tidak tepat secara dogmatis, yaitu “... di bumi dan di surga”. Maka lagu dengan versi seperti ini tidak boleh dinyanyikan. Meskipun demikian, Pusat Musik Liturgi Yogyakarta sudah melakukan revisi dan revisi itu sudah ditulis dalam buku Madah Bakti Umat yang baru. Frase itu sudah diganti dengan “... di bumi seperti di surga.” Untuk Katedral, karena kita mempertimbangkan kemampuan umat, penggunaan lagu Bapa Kami (versi baru) itu untuk sementara ditunda sampai selesainya penyusunan bank lagu. Kita dapat memasukkan lagu Bapa Kami (versi baru) itu dalam bank lagu kita.

- Tentang “pembatasan kreativitas” pada lagu-lagu dan kekhawatiran akan munculnya rasa bosan terhadap lagu-lagu Gereja yang tidak berubah: Selama penghayatan kita akan Perayaan Ekaristi belum sampai pada taraf yang benar, memang kebosanan itu dapat terjadi. Menjadi tugas kita bersama untuk bersama-sama dengan yang lain mendalami kembali keagungan, misteri dan makna Perayaan Ekaristi sehingga entah ada lagu entah tidak, Perayaan Ekaristi tetap menjadi puncak hidup kaum beriman.

Penutup:
doa Penutup oleh Bapak Agus Muhardi, dilanjutkan dengan berkat penutup oleh RD Ben Sudarto

Catatan:
Pertemuan rutin paguyuban dirigen dan organis akan diselenggarakan setiap minggu terakhir dalam bulan, kecuali ada kegiatan lain yang lebih diutamakan di Katedral. Tidak ada surat undangan khusus untuk pertemuan ini. Seminggu sebelumnya akan ada pengumuman dalam berita gereja. Bagi para dirigen dan organis yang tidak mendengar pengumumannya, silakan mengontak salah satu dari:

Pengurus Paguyuban Dirigen: Thomas (081380998494), T. Marhadi (0816700049), A. Bambang Koryanto (0811110765), Nurwiyono (08128094470)
Sekretariat Paroki : Ibu Lenny atau Bapak Hairul Ae (0251-8321188)

Kelompok-kelompok Paduan Suara harus menyerahkan data paduan suara ke Sekretariat Paroki atau Pengurus Paguyuban Dirigen dan Organis sebelum pertemuan pada minggu keempat Februari 2010. Data tersebut akan digunakan untuk kemudahan komunikasi antara Seksi Liturgi dan Semua Koor di seluruh wilayah Paroki BMV Katedral Bogor.

Selama Januari sampai dengan April 2010, kita menggunakan Aklamasi cara III dalam buku biru. Setiap petugas koor atau dirigen diminta untuk melatih umat sekitar 15 menit sebelum misa dimulai.

Apabila ada dirigen atau petugas yang memerlukan bantuan pengurus paguyuban atau Seksi Liturgi dalam memilih lagu-lagu untuk tugas misa di gereja atau lingkungan/wilayah dan kelompok kategorial, silakan kontak Bapak Thomas, Bapak Bambang, Bapak Marhadi, Bapak Nurwiyono lewat SMS dengan mencantumkan nama yang jelas.